Pertumbuhan ekonomi global belum stabil. Daya beli masyarakat yang rendah sangat berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi. Belum lagi harga minyak dan komoditas yang juga tak kunjung pulih.
Imbasnya, perusahaan-perusahaan pun melakukan efisiensi. Mereka memecat karyawan alias melakukan
pemutusan hubungan kerja (PHK). Bahkan PHK tersebut juga terjadi di Amerika Serikat AS) yang merupakan negara terbesar di dunia dan juga merupakan negara industri.
Maraknya PHK ini juga menjadi bahan kampanye bagi calon presiden AS. Beberapa kandidat memiliki program untuk mengurangi angka pengangguran dan PHK.
Kebanyakan PHK terjadi di sektor energi dan retail. Jelas, itu berhubungan dengan turunnya harga minyak dan daya beli masyarakat.
Sampai saat ini, perusahaan yang melakukan PHK terbesar adalah National Oilwell Varco, supplier besar untuk peralatan pengeboran minyak dan gas alam. Perusahaan ini berada di Houston dan menyatakan sudah mem-PHK sebanyak 17.850 orang.
Sektor energi mendominasi fenomena ini. Anjloknya harga minyak memangkas keuntungan juga pekerja di perusahaan minyak.
Selain itu, sektor ritel juga salah satu yang terbesar dalam daftar. Walmart contohnya, salah satu jaringan ritel terbesar memangkas 16.000 orang karyawannya dan menutup 269 tokonya.
0 comments:
Post a Comment