BANJARMASIN - Belasan tahun lalu, masih ingat di benak Harry biaya kuliah tiap semester di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) tergolong murah. Kala itu tahun 1990-an dia hanya membayar sekitar Rp 127.000 untuk satu semester. Biaya itu tergolong murah dibanding perguruan tinggi negeri lain di Indonesia,
kala itu.
Kini, biaya kuliah di ULM melonjak tingi. Bagi yang tergolong mampu dan di fakultas tertentu malah mencapai belasan juta rupiah. Terlebih jika calon mahasiswa masuk melalui jalur mandiri, orangtua harus siap-siap merogoh kocek dalam-dalam.
Hal ini pula yang membuat pening kepala Harry. Putranya ingin kuliah di fakultas elite, Fakultas Kedokteran. Dia masuk lewat jalur SBMPTN. Jika lulus, harus menyiapkan uang menurut Harry jumlahnya pasti sudah besar. Apalagi jika harus lewat jalur mandiri.
“Pusing juga. Biaya kuliah sekarang mahal, apalagi fakultas-fakultas elit. Orangtua yang berpenghasilan pas-pasan pasti bingung,” cetus jebolan ULM itu.
Saat ini, di rektorat ULM penentuan biaya kuliah masih alot dalam pembicaraan. Calon mahasiswa baru kini memasuki babak pengisian uang kuliah tunggal (UKT).
Pekan lalu, mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menggelar unjuk rasa terkait UKT. Rektor UGM, Prof Dwikorita Karnawati, menegaskan UKT tahun ini tetap dan sama dengan UKT 2015.
Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi cetak Senin (16/5/2016) atau klik
0 comments:
Post a Comment